Tampilkan postingan dengan label Al Hijamah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al Hijamah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Februari 2013

Hadits-Hadits Tentang Bekam


 
 
Nabi Muhammad Saw merupakan insan yang pertama dibekam para malaikat dengan perintah Allah Swt sebelum Isra dan Mi'raj. Penjelasan dalam hadits Riwayat Ibnu Majah menerusi Katjir bin Salim.
Selama Aku Berjalan pada malam isra mi'raj bersama para malaikat, Mereka selalu berkata "Hai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam". Sesaat setelah Isra Mi'raj, Rasulullah juga menyatakan, sebagaimana diriwayatkan Abdullah ibnu Mas'ud, bahwa ia tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau dengan mengatakan,?Perintahkanlah umatmu untuk berbekam!?. Bahkan dengan tegas, Nabi Muhammad menyatakan,?Kesembuhan (obat) itu ada pada tiga hal; dengan minum madu, pisau hijamah (bekam), dan dengan besi panas. Dan aku melarang umatku dengan besi panas.? (Hadits Bukhari).

Hadist Hadist Lainnya :
1. Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq 'alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).
3. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan." (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami' (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni' RA, dia bercerita: "Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan'." (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya'la, al-Hakim, al-Baihaqi)
5. Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
6. Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
7. Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: " Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya." (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
8. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam." Beliau bersabda: "Atau tegukkan madu." (Kitab Kasyful Astaar 'an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
9. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: "Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya." (HR. Tirmidzi, hasan gharib).
10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: "Kalian harus berbekam dan menggunakan al-qusthul bahri." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas'ud RA, dia berkata: "Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: 'Perintahkanlah umatmu untuk berbekam'." (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku di-isra'kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: "Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam." (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami'us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu 'Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra'kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: 'Wahai Muhammad, engkau harus berbekam'." (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: 'Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan'." (Kitab Kasyful Astaar 'an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: "Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: 'Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan'." (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: "Rasulullah SAW bersabda: 'Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya'." (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu', beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 03 Februari 2013

BEKAM KEPALA TANPA CUKUR (POTONG RAMBUT)

bekam dikepala sangat bermanfaat, namun sayang banyak yang menghindar, apa sebabnya .... ??? karena mereka enggan di BOTAK-I , kini  Anda tidak usah kuatir, bekam kepala tanpa cukur bisa dilayani di mitra kami Nganjuk (alamat lihat Mitra Terapi Al Hijamah)
Masih ragu.... ??

»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 04 Januari 2013

Bekam atasi 72 macam penyakit

Terapi bekam atau kop banyak dipilih oleh masyarakat untuk mengatasi penyakitnya. Pengobatan dengan cara membuang racun di dalam darah ini mampu mengatasi 72 macam penyakit.

Bekam atau alhijamah adalah tehnik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor atau racun yang berbahaya dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan alhijamah berasal dari bahasa arab yang berarti pelepasan darah kotor. Istilah bekam berasal dari bahasa melayu. Di Indonesia pengobatan alternatif ini dikenal pula dengan istilah kop atau cantuk. Sekilas bekam memang menyeramkan karena kelihatan terjadi pendarahan di bawah kulit. Padahal sebenarnya tidak seseram itu. Dalam terapi bekam, darah yang di ambil adalah darah di dermis (kulit jangat) dan bukan dara pada pembuluh darah.

Belakangan terapi yang sudah populer di tanah Arab ini mulai diminati masyarakat Indonesia. Azwandi Asnawi, seorang terapis bekam dari klinik holistik bekam yang telah mempraktikan terapi ini sejak 3 tahun yang lalu mengaku tertarik mendalaminya karena bekam merupakan teknik pengobatan yang di anjurkan Nabi Muhammad SAW.

Ada Dua Jenis
Dalam terapi bekam dikenal dua jenis, bekam kering dan bekam basah. Bekam kering berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat. Bisa juga digunakan untuk meringankan nyeri urat-urat punggung karena sakit rematik dan nyeri punggung. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari. Bekam kering dilakukan dengan menghisap permukaan kulit dan memijat daerah sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor.

Sedangkan bekam basah dilakukan setelah melakukan bekam kering. Jadi setelah bekam kering, kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam, lalu disekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit dan maksimal 9 menit. Lalu darah kotornya dibuang. penghisapan tidak lebih dari 7 kali. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Selama 3 jam setelah di bekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air.

Menurut Azwandi yang biasa dipanggil iwan, sang terapis harus pas menaruh kopnya dan sesuai diagnosa. “kalau sakit liver bekam harus ditaruh ditempat livernya. Pengobatan ini tidak sulit, asal tahu titik-titik letak penyakitnya,” ungkap iwan. Menurut teori bekam, ada lebih dari 350 titik di tubuh manusia. Namun dalam praktik pengobatan hanya 12 titik utama yang sering menjadi obyek sentuhan pengobatan, yakni di daerah leher, kepala, pinggang, dada dan kaki. Pada kaki terdapat tiga titik utama yaitu satu titik ummu mughits dan dua titik quamahduah.

Ummu mughits di atas kepala merupakan titik utama bekam, yang sekaligus merupakan pertemuan ratusan titik dari seluruh tubuh, seperti vertigo, polip, gangguan saraf telinga, penyakit kulit, depresi, sampai gangguan ilmu hitam atau sihir.

Atasi Penyakit Ringan Hingga Berat
Sedangkan dileher bagian belakang, tepatnya antara rambut dan telinga, terdapat titik quamahduah. “Titik quamahduah dan ummu mughits merupakan titik yang selalu digarap dalam sebuah terapi. Sentuhan terhadap titik yang lain diperlukan sesuai keluhan pasien,” jelas iwan. Iwan mengatakan, bekam bisa mengobati hampir semua penyakit. “Nabi Muhammad SAW mengisyaratkan bahwa bekam bisa mengobati 72 macam penyakit, dari yang berat seperti stroke, lever, ginjal, jantung, asma, darah tinggi, kolesterol, sampai yang ringan seperti masuk angin,” ujarnya.

Untuk penyakit berat, iwan mengatakan proses bekam tidak bisa di lakukan sekali, tetapi berkali-kali. Hal ini disebabkan proses penyembuhan terapi ini secara bertahap. Jadi tidak sekali terapi langsung sembuh. Tetapi pengobatan apapun harus bertahap, tidak sekali diobati langsung sembuh. Khusus pasien stroke, penderita langsung dibekam saat baru diserang stroke. Titik-titik yang dibekam juga tidak hanya di yang terletak di punggung, namun juga di kaki dan tangan. Namun iwan juga mengatakan tidak hanya dilakukan jika sudah sakit. Orang yang sehat pun bisa di bekam, agar tubuhnya bisa tetap segar atau menjaga stamina.

Gaya hidup masyarakat sekarang, yang menurut iwan tidak sehat sehingga stamina tubuh mudah menurun dan jatuh sakit. “makan makanan yang mengandung pengawet, zat pewarna, atau fast food, polusi, tanpa disadari sudah membuat tubuh tidak sehat, dan mengakibatkan terjadinya penumpukan racun dalam tubuh. Racun-racun ini bisa dibuang melalui bekam”. Iwan juga menerangkan bahwa setelah di bekam, banyak manfaat yang bisa didapat meskipun pasien tidak mengalamisakit tertentu yang memerlukan pengobatan.” Setelah bekam, sirkulasi darah jadi lancar dan imunitas tubuh jadi meningkat karena darah kotor telah dibuang.” lanjutnya.

Meskipun begitu, bekam tidak boleh dilakukan dalam jangka waktu yang berdekatan. Paling cepat, menurut iwan sebulan sekali.” Karena bekam ini menyedot stamina tubuh,” ujarnya. Itu pula sebabnya, tidak sembarang orang bisa melakukan terapi bekam. Anak-anak dibawah 3 tahun, lansia dan penderita darah rendah tidak dianjurkan karena mereka tidak memiliki stamina yang baik.”Itulah sebabnya, idealnya sebelum bekam, pasien harus memeriksa tensi darah dan tes gula darah terlebih dahulu. kalau kadar gula darahnya di atas 500 sampai 700 maka tidak boleh,” jelasnya.

Pengobatan alami seperti bekam, memang dipercaya tidak memiliki efek samping dibanding pengobatan dengan obat-obat kimia. Menurut Iwan, gejala yang timbul setelah bekam biasanya agak meriang. “Sebenarnya ini bukan efek samping, tapi lebih pada reaksi tubuh yang menjadi sedikit meriang atau sedikit mual. Itu dikarenakan tubuh beradaptasi kembali setelah pembebasan darah yang tadinya mampet. Dan karena menyedot stamina, setelah bekam dianjurkan untuk tidak melakukan senggama selama dua hari. Agar stamina cepat kembali, pasien disarankan untuk mengkonsumsi madu dan minum minuman manis”jelas iwan
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 Januari 2013

Titik Bekam

1. Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut
pada bagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk
terapi penakit migrain, vertigo, sakit kepala menahun, darah tinggi,
stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran
darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.

2. Di sekitar urat leher (al akhda'iin), titik ini untuk mengobati
penyakit seperti: sakit kepala, wajah, kedua telinga, mata, polip
(hidung) dan tenggorokan, gigi seri lidah, kanker darah, melancarkan
peredaran darah.

3. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah (tulang
tengkorak paling bawah), bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada
anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala, bintik-bintik di wajah,
jerawat.

4. Daerah antara dua pundak (al kaahil), merupakan titik paling sentral
untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

5. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa 'is), yaitu daging
lembut di pundak yang tegang ketika merasa takut. Bekam pada titik ini
dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan penyakit liver.

6. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini
banyak memiliki keistimewaan dan kahsiatnya.

7. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit
pegal/nyeri di pinggang dan wasir.

8. Pangkal telapak kaki (iltiwa' - di bawah mata kaki) untuk
penyakit nyeri di kaki, asam urat, kaku, dan pegal-pegal.

9. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.

Lebih detail, diterangkan sebagai berikut:

1. AL AKHDA'AIN :
a) Terletak di sekitar otot-otot (urat leher) kanan dan kiri, di
sekitar vena jugularis interna dan di sekitar otot
sternocleidomastoideus.
b) Merupakan pusat kegiatan dan penjalaran dari usus kecil dan besar.
c) Berperan dalam pengobatan gondok, afonia, kaku kuduk/leher, nyeri
tenggorokan, flu, pipi bengkak, tinnitus, mencegah sakit kepala, sakit
wajah, sakit gigi, sakit telinga, hidung, sakit kerongkongan .

2. ILTIWA'
a) Terletak di bawah mata kaki bagian dalam (malleolus medialis),
antara malleolus medialis dengan tulang tumit (calcaneus)
b) Merupakan pusat penjalaran organ ginjal
c) Berperan dalam pengobatan tinnitus, hemoptisis, gangguan haid,
insomnia, ejakulasi dini, asam urat, ginjal, bronkietasis, nyeri
punggung, gangguan kencing dll.

3. AL KAHIL
a) Terletak di sekitar tonjolan tulang leher belakang (processus
spinosus vertebrae VII), antara bahu (acromion) kanan dan kiri,
setinggi pundak.
b) Merupakan titik pertemuan dan penjalaran organ kandung empedu,
lambung, usus halus, usus besar, kandung kemih dan tripemanas.
c) Berperan dalam pengobatan nyeri leher, demam, epilepsi, batuk, flu,
asma, kaku punggung dll.
d) Anas bin Malik berkata: " Rasulullah SAW. pernah dibekam di al
akhda'ain dan al kahil" (HR. At Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim dan Ahmad).

4. HAMMAH ('Alaa Ro'sun)
a) Merupakan titik paling atas kepala, terletak di tulang ubun-ubun
(osparetale) bagian depan, yaitu terletak di titik pertemuan antara
batas rambut bagian belakang dengan batas rambut bagian depan.
b) Berperan dalam pengobatan sakit kepala, pusing, vertigo, mania,
gangguan pengkihatan, menghilangkan pengaruh sihir, stroke dll.

5. YAFUKH
a) Terletak di titik pertemuan tulang tengkorak depan dan belakang,
yaitu antara tulang ubun-ubun (os parietale) dan tulang dahi (os
frontale).
b) Pada anak-anak, saat pembekaman tidak boleh dikeluarkan darahnya,
karena umumnya pertemuan antara kedua tulang tersebut belum menutup
sempurna.
c) Berperan dalam pengobatan epilepsi, pusing, sakit kepala, gangguan
penglihatan, rinorhea, kejang dll.

6. AL KATIFAIN
Kedua bahu. Berfaidah untuk mengobati penyakit di pundak dan penyakit
leher. (Nabi SAW melakukan bekam pada kedua bahu saat diberi makanan
lengan daging kambing yang dibubuhu racun oleh yorang Yahudi.

7. 'ALA WARIK
Berguna untuk sakit pegal-pegal, lower back pain (Dari Jabir RA, bahwa
Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit
pegal-pegal/capek yang dideritanya (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).

8. QAMAHDUAH
a) Terletak di tulang kepala belakang di sekitar tonjolan tulang
b) Bagian dimana kalu sesorang tidur terlentang maka qamahduah adalah
bagian kepala yang menempel di tanah.
c) Berperan dalam pengobatan sakit kepala belakang, pening, tuli, kaku
lidah, schizophrenia, epilepsi, leher kaku, pusing, vertigo dll.

9. PELIPIS DAN DAGU
Berguna untuk mengobati pusing/pening pada kepala, mengobati sakit gigi
dan sakit pada bagian wajah, mengobati sakit kerongkongan/batuk. (Dari
Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3
kali pada kedua pelipisnya.

10. BAGIAN PUNGGUNG KAKI
Berguna untuk menghilangkan kutil atau borok yang tumbuh di kedua paha,
betis, serta tulang kering. Menghentikan keluarnya darh haidh dan
gatal-gatal pada buah testis (kantung kemaluan laki-laki) dan asam
urat.

11. DI BAWAH DADA DI ATAS PERUT
Berguna untuk menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis dan panu yang ada
di paha, menyembuhkan kaki yang sering nyeri, mengobati wasir,
mengobati penyakit kaki bengkak (elephantiasis), menghilangkan
gatal-gatal pada bagian punggung.

12. 'ALA DZOHRIL QODAMI
Terletak di bagian kaki belakang di bawah lekukan lutut. Berguna untuk
menghilangkan keletihan pada bagian kaki.

13. UMU MUGITS
a) Terletak di tulang tengkorak di bagian atas agak ke belakang.
Tepatnya di tulang ubun-ubun, di 2/3 bagian depan.
b) Apabila kepala dan batas rambut bagian belakang ke batas rambut
bagian depan dibagi menjadi 12 bagian, maka umu mugits terletak di 7
bagian dari garis batas rambut bagian belakang dan 5 bagian dari garis
batas rambut bagian depan.
c) Hati-hati saat pembekaman kepala, sebab dekat dengan pusat sensorik
dan motorik, yang menyebabkan kelumpuhan organ-organ dan alat-alat
tubuh.
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 18 November 2012

Terapi Al Hijamah /Bekam (Sunnah Mu'akadah)

14hb Feb 2012: Berhijamah yang disukai (sunnah) yang dilakuan Rasulullah ialah pada 17, 19 dan 21hb mengikut kalendar hijrah. Sekali lagi pada hari ini 21hb Rabiul-Awal / 14hb Feb 2012, HPA Village Serambi Madinah (Kg.Changkat Lada), Arau, Perlis menganjurkan bekam percuma. Dari 9.00 Pagi – 5.30 Petang. Hadirlah.

Rasulullah s.a.w. telah bersabda (Berubatlah kamu Wahai hamba Allah, Sesungguhnya Allah s.w.t. tidak menurunkan Penyakit kecuali Dia juga Menurunkan Obatnya) ( Hadis Soheh Ashabus-Sunan)
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam besabda :
الشِّفَاءُ فِيْ ثَلاَثَةٍ : شَرْبَةِ عَسَلٍ وَشَرْطَةِ مِحْجَمٍ وَكَيَّةِ نَارٍ وَإِنِّيْ أَنْهَى أُمَّتِيْ عَنْ الْكَيِّ
“Kesembuhan itu berada pada tiga hal, yaitu minum madu , sharti pisau bekam dan sundutan dengan api (kay ) . Sesungguhnya aku melarang ummatku (berubat) dengan kay .” (HR Bukhari)
Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda :
إِنَّ أَمْثَلَ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ وَالْفَصْدُ
“Sesungguhnya cara pengubatan yang paling sesuai bagi kamu adalah hijamah (bekam) dan fashdu (venesection).” (HR Bukhari – Muslim)

A. Bekam Sebagai Pengubatan Tertua
Bekam sudah dikenal bangsa-bangsa purba sejak kerajaan Sumeria berdiri, sekitar 4000 tahun SM, bekam berkembang di Babilonia, Mesir, Saba’ dan Persia. Sumeria adalah daerah termasuk wilayah Irak, negeri yang mengalir sungai Eufrat dan sungai Trigis. Pada masa itu, para tabib menggunakan bekam hanya untuk mengubat raja dan kerabat diraja. Ilmu berbekam hanya diturunkan oleh tabib-tabib termasyhur kepada murid-murid terpilih.
Di negeri Cina bekam berkembang sekitar 2500 tahun SM, sebelum kekuasanya maharaja Yao. Di sinilah bekam mula berkembang berdasarkan pada titik-titik akupunktur.
Di Mesir, bekam ujud semenjak zaman kekuasaan Fir’aun Ramses II, kira-kira 1200 tahun SM, ujudnya berbekam secara tidak sengaja apa bila pada satu masa orang ramai terkena runtuhan batu meyebabkan kecederaan lebam dan bengkak di anggota badan, bagi mengubati bengkak bengkak, darah dikeluarkan pada bahagian yang bengkak. Setelah dikeluarkan darahnya, ternyata ramai yang merasa lega dan sembuh dari kesakitan. Semenjak itu amalan mengeluarkan darah pada bahagian sakit diamalkan oleh para tabib di sana bersama-sama dengan rawatan lain.
Dalam melakukan bekam, para tabib berpandukan pada titik-titik tertentu di tubuh pesakit. Mereka menggunakan buku Papyrus sebagai panduan, berdasarkan pada gambaran titik-titik ath-tho’ atau at-ta’ ataupun tun, walaupun belum cukup lengkap. Rawatan berdasarkan pada titik-titik ini kemudian berkembang ke Yunani, Saba’, Romawi, Figria, Bulgaria dan Isbanji.
Di zaman Nabi Yusuf, di Mesir terdapat kaum Israil. Diantara mereka ada yang terkenal sebagai ahli pengubatan berbekam. namun, hanya orang-orang tertentu sahaja yang berubat melalui berbekam.
Di Persia –yakni bangsa persi merupakan bangsa yang serumpun dengan bangsa Aria, India, Yunani, Romawi, Isbanji, Jerman, maupun rumpun Aria Eropa lainnya yang hidup sekitar 3000 tahun SM- bekam berkembang bersama pengubatan fashid, yaitu pengubatan untuk mengeluarkan darah dari tubuh. Bekam juga sudah ada di daerah Suriah dan Iskandariyah bersama pengobatan fashid, kay, pembedahan, ramuan herba, tumbuh-tumbuhan laut, akar-akaran, biji-bijian, bunga dan getah-getahan.
Di zaman Nabi Muhammad saw, bekam sudah banyak dikerjakan para sahabat bahkan menjadi sunnah dan kebiasaan mereka. Beliau selain memerintahkan umatnya untuk berubat dengan bekam, juga memberikan petunjuk tentang tempat-tempat yang sangat baik untuk dibekam. Walaupun Nabi sendiri bukan tabib, namun semua perbuatannya berdasarkan petunjuk Allah. Beliau mampu memberi tunjuk ajar kepada umatnya untuk melakukan bekam secara betul pada titik-titik bahagian tertentu.
Dalil-dalil tuntutan berbekam;
Bekam itu Fardhu Kifayah, Imam Ghazali ra berpendapat, yang dinuklilkan dalam kitab Taysirul Fiqih lil Muslimin Mu’ashir oleh DR. Yusuf Qardhawi pada halaman 235 – 236 :
Bekam adalah termasuk Fardhu Khifayah. Jika disebuah wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut Saa, sebuah wilayah kekadang memerlukan lebih dari seorang pembekam. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran keperluan yang diperlukan. Jika sebuah wilayah tidak ada orang yang ahli bekam, suatu kehancuran. Sebab dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan ubatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannya serta menyediakannya tempat-tempat untuk melaksanakannya. Maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.
 Dari Abdullah bin Mas’ud ra, dia berkata: “Rasulullah s.a.w. pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh Beliau s.a.w. dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib). Hadith Shahih
 “Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku di isra`kan kecuali mereka berkata, Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam” Riwayat Ibnu Majah / Shajihu Al-Jami’ 5671
 “Hendaklah kamu semua melakukan pengubatan bekam di bahagian tengkuk, kerana sesungguhnya perkara itu merupakan ubat dari 72 jenis penyakit” (Hadis riwayat At Thabrani)
 “Kesembuhan itu terdapat pada 3 perkara, iaitu minuman madu,sayatan alat bekam dan Kay(pembakaran) dengan api, dan sesungguhnya aku melarang umatku dari Kay” (Hadis sahih)
 “Sesungguhnya pengubatan paling utama yang kamu gunakan adalah bekam”(Hadis sahih)
 “Jika ada ubat yang boleh mencapai penyakit, maka bekam juga boleh mencapainya” (Hadis sahih)
 “Sebaik-baik hamba adalah jurubekam, kerana ia membuang darah kotor, melembutkan yang keras dan mencerahkan pandangan….” (Hadis Hasan Gharib)
 Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah saw bersabda “kalian harus berbekam dan menggunakan al- Qusthul Bahri” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad dan An- Nasai dalam kitab As- Sunan Al- Kubra no. 7581) Hadits Shahih
 “Bila apa yang kamu gunakan sebagai pengubatan ada yang boleh mengenai penyakit atau memburu penyakit, maka itu adalah bekam” (HR Ibnu Jarir)
 Bekam itu sunnah para Rasul, dari Malih bin ‘Abdullah Al – Khothmi, dari ayahnya yang berkata, Rasulullah SAW bersabda ; “Lima hal termasuk sunnah para Rasul yaitu, malu, pemaaf, bekam, siwak, dan memakai wewangian”. (HR. Thabrani dan Ibnu Jarir) Hadits Shahih
 Dari Ashim bin umar bin Qatadah ra, meyatakan bahwa Jabir bin Abdullah ra pernah menjenguk Al-muqni’ ra, dia bercerita : “aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, kerana sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw bersabda “sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-baihaqi) Hadits Shahih
 Dari Anas ra, berkata “Rasulullah s.a.w. bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka neutralkanlah dengan berbekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (di riwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas ra secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212)) Hadits Shahih
 Dari Uqbah bin Amir ra, Rasulullah saw bersabda “ada tiga hal yang jika pada suatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau meminum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sudutan api) dan tidak juga menyukainya” (HR. Ahmad dalam musnadnya) Hadits Shahih

B. PENGERTIAN AL-Al HIJAMAH (BEKAM)
Bekam atau hijamah adalah teknik pengobatan dengan jalan membuang darah kotor (racun yang berbahaya) dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Perkataan Al Hijamah berasal dari istilah bahasa arab : Hijama yang berarti pelepasan darah kotor. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan cupping, dan dalam bahasa melayu dikenal dengan istilah Bekam. Di Indonesia dikenal dengan istilah kop atau cantuk.
“Cupping used to : drain excess fluids and toxins, loosen adhesions and lift connective tissue, bring blood flow to stagnant skin and muscles and stimulate the peripheral nervous system”.
Dengan melakukan penghisapan/vakum maka terbentuklah tekanan negatif di dalam cawan/kop sehingga terjadi drainase cairan tubuh berlebih (darah kotor) dan toksin, menghilangkan perlengketan/adhesi jaringan ikat dan akan mengalirkan darah “bersih” ke permukaan kulit dan jaringan otot yang mengalami stagnasi serta merangsang sistem syaraf perifer.
Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa bekam bekerja dengan cara merangsang atau mengaktifkan :
• Sistem kekebalan tubuh,
• Pengeluaran Enkefalin,
• Pelepasan neurotransmitter,
• Penyempitan dan pelebaran pembuluh darah,
• “The gates for pain” pada Sistim Syaraf Pusat (CNS) yang berfungsi mengartikan sensasi rasa nyeri.
Apabila dilakukan pembekaman pada titik bekam, maka akan terjadi kerusakan mast cell dan lain-lain pada kulit, jaringan bawah kulit (sub kutis), fascia dan ototnya. Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa mediator seperti serotonin, histamine, bradikinin, slow reacting substance (SRS), serta zat-zat lain yang belum diketahui.
Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi kapiler dan arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam. Dilatasi kapiler juga dapat terjadi di tempat yang jauh dari tempat pembekaman. Ini menyebabkan terjadinya perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah. Akibatnya timbul efek relaksasi (pelemasan) otot-otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil.
Yang terpenting adalah dilepaskannya corticotrophin releasing factor (CRF), serta releasing factors lainnya oleh adenohipofise. CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH, corticotrophin dan corticosteroid. Corticosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.
Penelitian lain menunjukkan bekam pada titik tertentu dapat menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C, serta traktus spinothalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsang lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri.
Berbekam merupakan metode pengobatan klasik yang telah digunakan dalam mengobati berbagai kelainan penyakit seperti hemophilia, hipertensi, gout, reumatik arthritis, sciatica, back pain (sakit punggung), migraine, vertigo, anxietas (kecemasan) serta penyakit umum lainnya baik bersifat fisik maupun mental.

C. MENGAPA HARUS BERBEKAM
Tubuh yang sehat adalah faktor penting dalam hidup seorang individu demi melaksanakan tanggung jawab kehidupan mereka. Tetapi jika terdapat terlalu banyak toxid dalam tubuh,ini akan menyebabkan statis darah atau penyumbatan darah, dimana pengaliran darah tidak berjalan dengan lancar. Keadaan ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan baik fisik maupun mental seseorang. Akibatnya orang tersebut akan terasa malas, murung, sering mengeluh, kurang sehat, mudah bosan, mudah mengantuk dan selalu terasa tertekan, dll. Jika ditambah lagi dengan angin yang susah dikeluarkan, maka akan mengakibatkan si pesakit terganggu emosimya sehingga perlu mendapat rawatan jiwa.
Statis darah mest dikeluarkan melalui apa cara sekalipun, malangnya ubatan allopaty (hospital) tidak dapat bertindak sedemikian. Jadi kita mesti mencari rawatan alternatif yang dapat bertindak mengeluarkan toxid itu dengan secepatnya supaya badan pesakit tidak lemah dan diserang penyakit. Salah satu rawatan yang paling berkesan adalah dengan berbekam dan disehat kembali (di-inergikan) dengan penawar-penawar herba.
Berbekam pada hakikatnya bersebabkan;
a) Seruan dan sunnah Nabi s.a.w.
b) Mengeluarkan darah kotor dari dalam badan agar ia tidak menjadi makanan Jin dan Syaitan
c) Tidak memberi peluang untuk makhluk halus menjadi anggota tubuh anak Adam sebagai rumah mereka

E. Bekam Diantara Shartat dan Tusukan
Apakah berbekam dengan alat modern blood lancet (tusukan) tak sesuai dengan sunnah?” Bagaimana penjelasan syar’inya?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu difahamkan terlebih dahulu beberapa potong hadits yang berhubungan dengan bekam, diantaranya :
Pertama :
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas dari Nabi Shallallahu A’laihi Wassallam bersabda :
الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ فِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ كَيَّةٍ بِنَارٍ وَأَنَا أَنْهَى أُمَّتِي عَنْ الْكَيِّ
“Terapi pengubatan itu ada tiga cara, yaitu; shartat bekam, minum madu dan kayy (menempelkan besi panas pada daerah yang terluka), sedangkan aku melarang umatku berobat dengan kayy.” (HR. Bukhari, no : 5680 ).
Kedua :
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam bersabda :
إِنْ كَانَ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ أَوْ يَكُونُ فِي شَيْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ خَيْرٌ فَفِي شَرْطَةِ مِحْجَمٍ أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ أَوْ لَذْعَةٍ بِنَار وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ
“Apabila ada kebaikan dalam pengubatan yang kalian lakukan, maka kebaikan itu ada pada sayatan bekam, minum madu, dan sengatan api panas (terapi dengan menempelkan besi panas di daerah yang luka) dan saya tidak menyukai kayy.” (HR. Bukhari, no : 5704 dan Muslim, no : 2205).
Dua hadits di atas dan hadits-hadits yang lain, semuanya menyebutkan dengan kata syarthotu (sayatan ), dan tak ditemukan kata “ tusukan “ atau “suntikan” satupun dalam hadits-hadits di atas.
F. Makna Syarthoh
Kata Syartoh berasal dari rangkaian tiga huruf : syin, ra’ dan tho’, yang mempunyai erti tanda atau sesuatu yang terjadi pertama kali. Surthoh dipakai untuk menyebut pengawal keselamatan, contoh polis karena menggunakan tanda-tanda khusus (seragam ) ketika bertugas. ( Ibnu al Mandhur, Lisan Al Arab, 7/329-331). Syarith dipakai untuk menyebut pita-pita kaset, karena di dalamnya ada tanda-tanda tertentu sehingga boleh mengeluarkan suara jika dihidupkan. Asyrath As Saa’ah, dipakai untuk menyebut tanda-tanda hari kiamat atau boleh diertikan kejadian-kejadian yang mengawal datangnya hari kiamat.
Dari keterangan di atas, maka kita katakan bahwa Syarthotu Hijamah dalam hadits di atas boleh diertikan sayatan bekam, karena sayatan merupakan tanda dari adanya praktik bekam pada tempat sayatan tadi, atau dikatakan bahwa sayatan tadi merupakan awal kerja sebelum dimulai proses berbekam.
Al Mula Ali Al Qari’ di dalam buku Mirqah al Mafatih ( 13/258 ) menyebutkan bahwa Asy Syartah adalah memukul tempat yang dibekam agar keluar darinya darah, maksudnya di sini adalah asy-syaq (membelah/menyayat).

G. Mihjam (alat) atau Mahjam (tempat)?
Bekam dalam bahasa Arabnya adalah al Hijamah yang berasal dari kata Al Hajmu artinya menyedot. Dikatakan : Hajama ash-Shobiyu tsadya ummihi, artinya bayi itu menyedot susu ibunya.
Tetapi para ulama berbeda pendapat di dalam mengeja bunyi hadits di atas, apakah dibaca Mihjam (dengan kasrah ) yang berarti alat bekam atau Mahjam ( dengan fathah ) yang berarti tempat yang dibekam.
Berkata Al Hafidz Al Munawi : Maksud dari kata “Syarthotu Mahjam“ adalah mengeluarkan darah dengan bekam. Adapun “asy syartah “ adalah menyayat tempat yang dibekam untuk mengeluarkan darah. Adapun kata “Mahjam“ (dengan fathah) adalah tempat yang dibekam. Disebut secara khusus “ bekam “, karena kebanyakan pengubatan yang disertai pengeluaran darah dari tubuh, rata-rata menggunakan metode bekam. (Al Munawi, At Taisir bi syarh al Jami’ ash shoghir, Riyadh, Maktabah Imam Syafi’I, 1988 : 1/ 756 ) Di dalam buku Faidhul Qadir ( 3/41 ), beliau menyebutkan bahwa al Mihjam ( dengan kasrah ) adalah botol yang dipakai oleh orang yang membekam yang di dalamnya akan terkumpul darah. Adapun al Mahjam (dengan fathah) adalah tempat sakit yang ingin dibekam, dan inilah yang dimaksud dalam hadits di atas.
Sedangkan Al Hafidz Ibnu Hajar Al Atsqalani di dalam Fathu al Bari ( 10/141 ) mengatakan bahwa yang benar adalah “ Mihjam“ dengan mengkasrahkan huruf mim, yang berarti alat. Hal ini dikuatkan oleh Imam Suyuti di dalam buku ad-Dibaj ‘ala Muslim ( 5/220 ) yang menyebutkan bahwa Syarthotu Mihjam adalah besi yang dipakai untuk menyayat bagian yang dibekam agar darah bisa keluar. Hal sama juga disebutkan oleh Imam Nawawi dalam bukunya al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Dar Ihya At Turats : 14 /197
Kesimpulannya bahwa Mihjam adalah alat untuk membekam, sebagian ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah botol tempat untuk menyedot dan menampung darah, tapi ada juga yang mengatakan bahwa maksudnya adalah pisau untuk menyayat tempat yang dibekam.

H. Kenapa menggunakan sayatan ?
Sayatan di dalam bekam dimaksudkan agar darah yang kotor (blood letting) dapat dikeluarkan. Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam dalam sabdaNya menyebut perkataan sayatan, dan itu merupakan cara berbekam yang paling populer dikalangan masyarakat dan ternyata juga adalah cara yang paling baik dan ideal secara umum.
Cara sayatan dalam berbekam mempunyai beberapa keunggulan dibanding cara cara lain, diantaranya
1) Lebih sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam, karena beliau mengajarinya sedemikian.
2) Luka sayatan menimbulkan luka yang pinggirnya tajam tapi merata, di samping itu luka di dalamnya lebih sempit atau kecil dibanding dengan luka di permukaan. Luka jenis ini lebih mudah sembuh dan kembali normal.
3) Luka sayatan hanya mengenai pembuluh darah kecil, sehingga darah yang keluar adalah darah kapiler. Oleh karenanya dianjurkan untuk menyayat ringan saja dengan kedalaman kira-kira 0,1 mm, yaitu sayatan yang tidak mencapai pembuluh darah arteri maupun vena.
Jika berbekam dengan menggunakan cara tusukan benda tajam, kadang akan menimbulkan beberapa efek, diantaranya :
1) Jika menggunakan jarum rendah mutunya (mudah bengkok/patah) lebih rentan ketika digunakan untuk menusuk daerah yang mau dibekam, jika jarum terlalu kecil dan patah, tentunya sulit untuk diambil.
2) Luka tusukan pada kulit menyebabkan lubang pada permukaan kulit, lubang tersebut lebih kecil ukurannya dibanding dengan lubang yang di dalam kulit.
3) Luka tusuk juga menyebabkan luka yang lebih dalam pada organ-organ atau pada pembuluh darah. (buku Sembuh Dengan Satu Titik, hlm : 112 )
I. Bolehkah Menggunakan Selain Sayatan ?
Sebagaimana disebut di atas, bahwa hadits Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam di atas menunjukan berbekam dengan menggunakan cara yang paling baik dan ideal secara umum.
Tetapi cara ini bukanlah satu-satunya yang boleh digunakan. Karena pernyataan Rasulullah Shallallahu A’laihi Wassallam tersebut bersifat anjuran, bukan kewajiban, atau kita katakan bahwa cara sayatan di dalam berbekam adalah cara yang popular pada masyarakat ketika itu, sementara ia masih membuka peluang bagi cara cara lain.
Maka tidaklah menjadi kesalahan bagi para pembekam untuk menggunakan teknik lain yang sesuai dengan keadaan masa dan pesakit itu sendiri, kerana tak semua pesakit yang dapat menerima bekam secara sayatan, bahkan ada bagian-bagian tertentu yang memang tidak memungkinkan untuk disayat, dan justru itu harus menggunakan lanset atau ditusuk. Ada juga pesakit yang merasa ketakutan dan trauma dengan alat-alat sayat seperti pisau bedah dan sejenisnya, sehingga mau tak mau cara lanset yang dipilih.
Ada pada keadaan tertentu, cara berbekam dengan sayatan tak dicadangkan, umpamanya pada pesakit penderita dehidrasi, atau kekurangan cairan. (Syihab Badri, Bekam Sunnah Nabi, hlm : 77 ) Cara bekam tanpa sayatan ini juga boleh dilakukan untuk menghilangkan rasa ngeri, melenturkan otot-otot pada punggung dan badan bahagian belakang, serta bagus juga untuk membuang angin.
Kesimpulannya, bahwa bekam dengan cara sayatan memang disunnahkan dan banyak memberikan manfaat yang positif, tapi ada juga bekam dengan cara lain yang bermanfaat bagi penyakit tertentu. Semuanya insya Allah dibolehkan dan dianjurkan selama tujuannya adalah meringankan beban pesakit

J. WAKTU DAN TARIKH YANG DISUNNAHKAN BERBEKAM DARAH
1. 13,15,17,19 atau 21hb kalendar islam pada setiap bulan kerana pada masa itu darah kotor berkumpul maksimum dalam badan.
2. Berbekam sebulan sekali kerana para sahabat nabi melakukan sedemikian.
3. Berbekam pada sebelah pagi dan jangan mengambil sebarang makanan dahulu.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah ra. Nabi saw, bersabda,”Barang siapa yang berbekam pada tanggal 17, 19, 21 bulan Hijriyah itu ia adalah hari-hari yang menyembuhkan segala macam penyakit.”
 Ibnu Sina dalam kitabnya “Al-Qununfii Thibb” menerangkan waktu yang paling baik untuk berbekam yaitu pada waktu tengah hari antara jam dua sampai jam tiga petang karena waktu itu saluran darah sedang mengembang dan darah yang mengandung toxik (racun) sangat sesuai untuk dikeluarkan.

K. MANFAAT BEKAM
Allah SWT berfirman dalam 5urat Asy-Syura ayat 80, “Dan jika aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan.” Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, “Setiap penyakit ada ubatnya, apabila tepat ubatnya maka sembuh penyakitnya atas izin Allah ‘AzzawaJalla.”
Bekam memiliki fadhilah tersendiri yang tidak dimiliki oleh pengubatan modern. Pada masa ini di antara keutamaannya adalah sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits :
1. Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baik pengubatan yang kamu lakukan adalah Al-hijamah.” (HR. Ahmad)
2. Rasulullah saw. bersabda, “Pengubatan yang paling sesuai yang dilakukan manusia adalah Al-hijamah.” (HR. Muslim)
3. Rasulullah saw. menyebutkan tiga pokok penyembuhan, “Kesembuhan boleh diperolehi dengan tiga cara yaitu sayatan pisau atau jarum bekam, tegukan madu dan sundutan api, namun aku tidak menyukai berubat dengan sundutan api.” HR. Bukhari – Muslim.
4. Dari Ibnu Abbas ra, Nabi saw. bersabda, “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al hijamah) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot yang kaku dan mempertajam pandangan mata terhadap orang yang dibekamnya.” HR.Tirmidzi.
5. Dari Ka`ab bin malik bahawa ada seorang perempuan yahudi menghadiahkan seekor kambing bakar kepada Nabi SAW di Khaibar. Baginda pun bertanya “apakah ini ?” Wanita itu menjawab “hadiah”. Wanita itu berhati-hati jangan sampai menyatakannya sedekah, sehingga baginda tidak mahu memakannya sama sekali. Tidak lama kemudian, Nabi SAW makan dan para sahabat pun makan. Tiba-tiba baginda bersabda “hentikan”, kemudian baginda bertanya kepada wanita itu, “Apakah kamu telah meracuni kambing ini? Wanita itu menjawab “ya” Baginda bertanya lagi “mengapa?” wanita itu menjawab “aku ingin sekiranya kamu pendusta, orang-orang akan segera boleh berehat dari kedustaan kamu, tetapi jika kamu seorang Nabi, maka itu tidak akan berbahaya bagi kamu. Maka Nabi s.a.w. pun berbekam pada kawasan tengkuk dengan 3 bekaman serta memerintahkan para sahabat supaya berbekam. Maka mereka pun berbekam…
6. Ibnul Qoyyim berkata “ketika Nabi SAW berbekam, baginda berbekam ditengkuk yang merupakan tempat terdekat dengan jantung yang boleh dibekam”
7. Demikianlah antara bukti betapa besarnya kepentingan rawatan bekam terhadap kesihatan tubuh badan, sehinggakan Rasulullah melakukan rawatan bekam untuk mengelak dari keracunan dan turut memerintahkan para sahabat untuk berbekam agar terselamat dari racun yang diserapkan dalam daging kambing tadi.
8. Langkah paling utama untuk menangani orang yang sedang keracunan adalah dengan berbekam, berbeza dari tindakan yang diambil para doktor sekarang yang hanya melakukan pencucian perut, tetapi tidak memakai kaedah bekam.
Antara rawatan yang berkesan bagi mereka yang mengalami gangguan sihir dan saka, adalah dengan berbekam mengikut kaeda-kaedahnya. Sihir dan saka yang berasal dari gangguan jin, akan mengalir dalam salur urat darah sehinggalah menuju ke kepala, dan akan menghasilkan pelbagai halusinasi dan gambaran-gambaran yang menakutkan dan mengganggu pesakit. Maka, dengan berbekam dikawasan kepala (ubun-ubun & tengkuk) akan dapat merawat masalah tersebut.
Rawatan tubuh dengan cara berbekam memberi banyak kebaikan kepada manusia di antaranya ialah menjaga kesehatan tubuh, menghilangkan letih, lesu, meningkatkan daya tahan tubuh, membuang angin dalam badan, membuang darah yang mengandung sisa toxid (racun), sakit bahu, alergi, perut kembung, sesemut, asam urat, kolesterol, masalah Jantung, migrain, ketegangan (hipertensi), strok, sakit pmggang, ginjal, dll.

L. LANGKAH-LANGKAH DALAM BERBEKAM
1. Persiapan Sebelum Berbekam
i. Alatan Berbekam
ii. Sediakan sarung tangan (getah)
iii. Kertas tissu lembut atau Kapas (mudah menyerap bahan basahan)
iv. Air dettol swam panas (sebesen kecil)
v. Kain tuala kecil (untuk membersehkan bahagian bekam)
vi. Sebesen air klorok (untuk merendam cawan selepas berbekam)
vii. Penutup mulut (mouth mask),
viii. Beg plastis atau bakul sampah (untuk membuang barang barang kotor dari bekam)
ix. Bantal (untuk pesakit menggunakan semasa berbekam)
x. tikar getah (untuk pesakit berbaring semasa berbekam)
xi. Ruangan berbekam bersih, terang dan cukup pengaliran udara yang bersih.
xii. Bahan-bahan bekam : minyak But-But atau zaitun, kapas. Alkohol @ sprit, alat cukur, septic.
xiii. Jarum dan kop bekam hanya sekali pakai untuk satu pesakit.

2. Tukang Bekam
a) Sebelum memulakan bekam angin atau bekam darah, pesakit terlebih dahulu di kenal pasti akan latar belakang kesihatannya, sama ada dia mengalami tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis, pesakit mengalami masalah mental, disihir, disantau atau apa apa yang perlu diberitahu.
b) Juru bekam dalam keadaan sihat wal afiat, dalam suci sebelum bekam berdo’a lebih dahulu bersama-sama.
c) Juru bekam harus seorang yang beriman dan taqwa kepada Allah s.w.t.
d) Juru bekam seharunya dalam keadaan bersabar dan tenang
e) Juru bekam harus sudah sering dibekam dan membekam.
f) Sebelum pesakit dibekam, terlebih dahulu sendi-sendi tubuhnya dikendorkan (diurut) dahulu dengan urutan ringan agar badan dan uratnya lembut dan dapat dilihat sebelum dibekam
g) Jangan makan atau minum semasa melakukan bekan darah
3. Untuk Pesakit
a) Mempenjelasan kepada pesakit mengenai bekam adalah sunnah nabi
b) Pesakit mesti tenang dan tidak ragu-ragu
c) Berada dalam wudhu dan ber do’ a bersama.
d) Pesakit mesti sehat untuk melakukan berbekam
e) Pesakit tidak mengalami penyakit tekanan darah rendah.
f) Pesakit yang belum pernah dibekam berikan bekam dasar terlebeh dahulu.
g) Melakukan bekam secara baring / meniarap
h) Urut badan pesakit dengan minyak zaitun secara melawan graviti (keatas) sehingga urat tegang menjadi kenduh dan lembut
i) Bermula dengan bekam angin dahulu agar darah disekitar dapat berkumpul dan mudah bagi bekam basah.
j) Tentukan titik bekam penyakitnya dan pasang kopnya.
k) Pasang kop bekam 10minit secara kering, sebelum memulakan kerja pembekaman
l) Menggunakan jarum atau pisau bekam secukupnya (se-elok eloknya menggunakan jarum,kerana menggunakan pisau akan mencederakan urat urat halus dalam badan) bagi membuat tusukan pada bahagian yang hendak dibekamkan
m) Meyusun Kop mesti mengikut tertib agar yang dahulu dipasang dibuka dahulu.
n) Setelah dikop selama 10minit, kop bekam dibuka mengikut turutan susunan dibersihkan darahnya dengan kapas atau kertas tisu.
o) Tanyakan pada pesakit sama ada mereka mampu untuk teruskan berbekam.
p) Selesai bekam berikan terapi ringan terutama pada bekas kop bekam (melakukan urut keseluruh badan agar darah dapat kembali mengalir dan salur salur urat tidak tersumbat).

M. Jenis Dan Teknik Bekam
1. Ada Dua Jenis Bekam
i. <b>Bekam Basah / Berkam Darah (Damawiyah),
cara ini adalah yang dilakukan Rasulullah saw. maka disebut sunnah Nabi saw. Cara ini permukaan kulit dicup kosong terlebih dahulu selama 10 minit Baru cup dilepas, lalu kulit ditusuk dengan jarum atau pisau bedah, caranya dengan menyayat titik tertentu dalam tubuh sepanjang 0,5 cm dengan kedalaman 0,4 mm. Sayatan tidak boleh lebih dari 0,4 mm, jika lebih dari itu yang keluar bukan darah kotor tetapi darah segar. Sebab sayatan mengenai pembuluh darah arteri, jadi bedah minor ini dengan sangat hati. Jika denganjarum tempat yang dicop tadi ditusuk dengan jarum secukupnya dan dicup kembali untuk mengeluarkan darah yang kotor dari badan, jika perlu penyedutan darah kotor ini hingga maksimal sampai tiga kali.
a) Boleh membersihkan darah dan meningkatkan aktiviti saraf tulang belakang.
b) Memperbaiki aliran pembuluh darah.
c) Menghilangkan kejang-kejang dan luka dalaman pada otot.
d) Bermanfaat ketika mengalami pening,luka dalaman di bahagian kepala dan wajah,migrain dan sakit gigi.
e) Ketika mengalami gangguan rahim dan berhentinya menstruasi bagi wanita.
f) Ketika terkena sengal,sciatica dan tulang.
g) Ketika mengalami sakit bahu,dada dan punggung.
h) Bermanfaat mengatasi kemalasan,kelesuan dan banyak tidur.
i) Bermanfaat mengatasi luka-luka,bisul,jerawat dan gatal-gatal kulit.
j) Bermanfaat mengatasi pericarditis dan (radang selaput jantung) dan nephritis (radang ginjal) yang parah.
k) Bermanfaat mengatasi luka-luka bernanah.

ii. Bekam Kering / Bekam Angin (Jaffah),
yaitu bekam angin. Bekam kering ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw. oleh karena itu cara ini bukan sunnah Nabi saw, tetapi jenis ini adalah pengembangan semasa, berdasarkan ijtihad para muhtajim. Adapun cara bekam kering adalah organ yang dituju dilumasi minyak Zaitun / But-But, langsung dikop 10 menit dimana kopnya dipasangkan magnetnya. Hal ini dilakukan 2 hingga 3 kali. Bekam kering inijuga bermanfaat yaitu membuang angin dan meredakan sakit secara emergensi tanpa melukai kulit, untuk itu diperlukan minyak Zaitun / But-But untuk melicinkan cup gelas agar kulit tidak sakit, disamping juga untuk menyembuhkan luka dari pori-pori kulit yang terbuka.
a) Meringankan rasa sakit dan mengurangi pengumpulan darah beku.
b) Bermanfaat untuk penyakit paru-paru yang kronik.
c) Mengubati nephritis.
d) Mengatasi radang selaput jantung,radang urat saraf pada bahagian punggung bawah dan radang pada bahagian celah-celang tulang dada.
e) Untuk menahan derasnya darah haid dan hidung berdarah.
f) Bekam angin juga berfungsi seperti pemindahan darah dari pembuluh darah pesakit dan menyuntikkan nya ke otot paha, khususnya bagi anak-anak atau siapa saja yang urat nadi mereka susah ditemui disebabkan terlalu tua.
2. Teknik Berbekam
a) Dari sunnah nabi s.a.w.



i. Mengikut sunnah nabi s.a.w. berbekam, tempat atau anggota yang diberkam terbahagi kepada 10 kawasan (bahagian) sahaja ia itu;
a) Kepala
b) Tengkok
c) Bahu
d) Badan
e) Pinggang
f) Kening / dahi
g) Dada
h) Jantung
i) Perut
j) Kelenjar
ii. Jangan dimulai berkam dari kepala
iii. Semasa melakukan berkam dinasihatkan supaya tiada sesiapa memakan atau minum, ditakuti Jin atau makhluk halus memasuki tubuh badan melalui makanan.
iv. Berdoa sebelum memulakan bekam dan beristigfar semasa melakukan bekam

b) Dari penggaruh Cina (Acupuncture)
i. Berbekam berdasarkan pada titik jalur maridian
ii. Teknik statis dimana titik yang dituju langsung disedut.
iii. Teknik luncur, dimana sebelum mendapatkan titik yang dituju, tubuh dioleskan minyak But-But kemudian gelas bekam dipasang dan disedotkan dan cup gelas diluncurkan beberapa saat. Teknik ini untuk membuang angin.
iv. Teknik tarik. Teknik ini biasanya digunakan di daerah dahi dengan cara dioleskan minyak But-But lalu gelas bekam disedotkan dan ditarik hingga berkali- kali.
v. Teknik limpatik, yaitu sebelum mendapat titik limpatik yang ingin dituju, tubuh diraba dengan minyak But-But bila ada yang menonjol seperti gumpalan seperti pasir, beras, kacang hijau, hisab dengan gelas bekam lalu dikeluarkan darah. Fungsi teknik ini adalah untuk mengaktifkan kembali leukosit dalam menjalankan tugasnya yaitu membasmi kuman, bakteria, virus yang melemahkan ketahanan badan (imun).
3.BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM BERBEKAM
Teknik ini bukan dari sunnah Nabi s.a.w, tapi mungkin dari sumber lain
1. Setelah pesakit dibekam tidak boleh mandi lebih kurang tiga jam.
2. Setelah dibekam pesakit tidak boleh melakukan hubungan suami isteri selama dua kali dua puluh empat jam atau dua hari, agar badan benar-benar baik dan sehat.
3. Setelah dibekam sebaiknya pesakit tidak tidur selama tiga jam.

N. ANGGOTA BADAN YANG DILARANG BERBEKAM DARAH
(i)
1. Ubun-ubun (kemungkinan untuk sesarangan lumpuh, cacat anggota)
2. Mulut
3. Telinga
4. Hidung
5. Mata
6. Kemaluan
7. Dubur
8. Puting susu
9. Daerah nodus limpa.
10. Tempat yang varises
11. Tulang ekor
(ii) ORANG YANG DILARANG BERBEKAM DARAH
1) Orang tua yang terlalu uzur.
2) Kulit yang luka atau infeksi (Pesakit kulit yang serius.)
3) Sehabis makan berat (kenyang sekali)
4) Wanita hamil 3 bulan pertama.
5) Wanita yang baru lepas bersalin
6) Orang yang sangat lapar
7) Orang yang gemetaran
8) Lemah hati
9) Radang usus
10) Orang sedang minum ubat kanser darah.
11) Ibu yang sering keguguran
12) Orang yang cuci darah
13) Orang yang mengalami kelainan kelep jantung
14) Orang yang kedinginan
15) Orang yang kerasukan
16) Orang sesudah derma darah
17) Orang yang habis muntah.
18) Pesakit darah rendah yang serius.

O. HERBA
Pada awalnya istilah herba ubatan dikaitkan dengan tumbuhan yang tidak berkayu, tetapi kini perkataan herba ubatan telah merujuk pada tumbuh-tumbuhan yang mengandungi satu atau lebih bahan aktif yang dapat digunakan untuk tujuan pengubatan. Sebenarnya ilmu perubatan herba telah berkembang sejak sejarah manusia bermula pengalaman yang berlaku berabad-abad lamanya, akhirnya diperturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Masyarakat dahulu menentukan ubat melalui pemerhatian makroskopik seperti melihat pohon bayam merah dikaitkan dengan penambahan darah dan lainnya. Setelah perkembangan sains herba-herba ini telah diuji satu persatu dan terbukti kebenarannya.
Konsep pengubatan herba mengentengahkan dua sumber yaitu ilahiyah dan alamiyah. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah saw, “Makanlah dua penyembuh yaitu madu dan Al- Qur’an.” HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim. Ahli herba memandang bahwa madu sebagai sumber alamiah sedangkan Al-Qur’an sebagai sumber Ilahiah.
Ahli herba memandang bahwa madu sebagai sumber alamiah, sedangkan Al-Qur’an sebagai sumber Ilahiah. Ilahiah bermakna bahwa segala penyakit yang berlaku berasal dari Allah s.w.t. dan Allah SWT pula yang sebenamya akan menyembuhkan penyakit tersebut. Dengan demikian
sumber Ilahiah memberikan keyakinan bahwa hakikat penyembuhan itu adalah dari Allah s.w.t. , yang bersifat Asy-Syafi’ yaitu Maha Penyembuh. Alamiah ialah menggunakan sumber alam yang ada di atas bumi ini seperti tumbuh- tumbuhan, batu-batuan dan hewan. Sumber alamiah menggunakan herba-herba yang teratur. Sejarah mencatat herba telah digunakan sebagai sumber pengobatan sejak berabad-abad ang lampau.
Dengan demikian konsep pengubatan herba sesuai dengan prinsip-prinsip pengubatan dalam Islam, yaitu:
a) Prinsip keyakinan, yaitu bahwa yang menyembuhkan adalah Allah SWT.
b) Mengguna ubat yang halal lagi bersih.
c) Prinsip pengubatan yang tidak membawa kemudhartan atau bahaya
d) Prinsip pengubatan tidak berbau tahayul, khurafat dan bid’ ah.
e) Prinsip mencari yang lebih baik berdasarkan kaedah Islam.
O. DIAGNOSIS BEKAM-Analisa kulit wajah
Apabila seseorang itu jatuh sakit,warna kulit wajah akan berubah yang terdiri daripada 5 warna :-
 -Biru (hati)-Angin : Sejuk, pedih,kekejangan kuat dan darah tersumbat.
 -Merah (jantung)-Panas : Kandungan berlebihan dalam kapilari kulit.
 -Kuning (limpa)-Lembap : Kurang darah dan imun.
 -Putih (paru -paru) : Gangguan aliran darah dalam tubuh.
 -Hitam (ginjal) sejuk/pedih : Kurang tenaga dan darah tersumbat.

P. DIAGNOSIS BEKAM-Mendengar suara pesakit.
a) -Suara keras dan kuat -Keadaan panas.
b) -Suara lemah dan pecah -Keadaan sejuk, kurang kekuatan dan imun tubuh.
c) -Serak dan kehilangan suara -Faktor panas dan sejuk dari luar.
d) -Batuk dalam dan lendir jernih -Angin sejuk menyerang paru-paru.
e) -Batuk mendadak dan lendir pekat -Panas dalaman di paru-paru.
f) -Batuk berkahak -Penghasilan lendir berlebihan.

Q. Diagnosis Penyakit Pada Bekam
a) Diagnosis Penyakit Pada Bekam
Diagnosa bekam/cupping dapat dilihat dari warna pigmen kulit setelah pembekaman. Di dalam buku “Canon of Internal Medicine” dikatakan, “Kondisi organ dalam dapat diketahui dengan cara mengamati gejala-gejala luaran dan tanda-tanda fisik, sehingga penyakitnya dapat di rawati (diagnos).”
Reaksi pigmen pada kulit bekas bekam adalah sebagai berikut :
1. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu kegelapan atau hitam, pada umumnya hal ini menyatakan kondisi kekurangan (defisiensi) bekalan (suplai) darah dan pembuluh (channel/saluran) darah yang tidak lancar yang disertai dengan keberadaan darah statis (darah beku).
2. Bekas bekam yang muncul berwarna ungu disertai seperti sisik (plaque), pada umumnya hal ini menandakan terjadinya gangguan/ kelainan gumpalan darah yang berwarna keunguan dan adanya darah statis (darah beku).
3. Bekas bekam yang muncul berbentuk bintik-bintik ungu yang tersebar dengan tingkatan warna yang berbeda (ada yang tua dan ada yang ungu muda). Hal ini menandakan kelainan “Qi” dan darah statis.
4. Bekas bekam yang muncul berwarna merah cerah, biasanya hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi “Yin”, defisiensi “Qi” dan darah atau rasa sangat panas disebabkan dari kekurangan “Yin”.
5. Bekas bekam yang muncul berwarna merah gelap, hal ini menandakan keadaan didalam darah yang tinggi disertai dengan adanya panas patogen.
6. Bekas bekam yang muncul berwarna agak pucat/putih dan tidak hangat ketika disentuh, hal ini menunjukkan terjadinya defisiensi cold (dingin) dan adanya gas patogen.
7. Adanya garis-garis pecah/ruam pada permukaan bekas bekam dan rasa sedikit gatal, hal ini menunjukkan keadaan adanya wind (lembab) patogen dan gangguan gas patogen.
8. Munculnya wap air pada dinding bagian dalam gelas bekam, menandakan keadaan adanya gas-gas patogen pada daerah tersebut.
9. Adanya blister (lepuhan/lecat) pada bekas bekam, menggambarkan kondisi gangguan gas yang parah pada tubuh. Adanya darah tipis pada blister merupakan reaksi gas panas toksin.

R. PENDAPAT DOKTOR PERUBATAN
Mengikut Dr.Tauhid Nur Azhar, pensyarah dari Falkulti Kedoktoran UNISBA Indonisia dalam makalah yang ditulisnya berjudul : “Tinjauan Biomolekuler dan Immunologi Bekam” mengulas dengan luas lagi terperinci cara kerja sistem kekebalan tubuh manusia, bagaimana sistem yang menjaga kesehatan tubuh manusia secara cerdas dan ajaib ini boleh terganggu, dan bagaimana bekam mampu mengembalikan semula kekuatan sistem kekebalan tubuh badan.
Dr. Wadda’ A.Umar dalam buku karangan beliau yang berjodol “Sembuh dengan Satu Titik”, berkata tentang “Bukti-bukti Keajaiban Bekam” menguraikan tentang penyelidikan beliau yang membuktikan keberkesanan terapi berbekam untuk mengatasi berbagai penyakit berat seperti: hemofilia, kemandulan, leukemia, artritis, hodgkin desease, sindroma bahchet, dan sebagainya. Beliau juga mengemukakan hasil penyelidikan makmal dilakukan oleh sekumpulan doktor pakar dan farmasi yang kredibel di bawah lembaga yang berkompeten dalam bidang kesehatan di berbagai negara, utamanya Eropa, Cina, dan Timur Tengah.

S. SOALAN LAZIM BERKAITAN BEKAM
a. Adakah kaedah bekam darah menyakitkan ?
Tidak,ini kerana kaedah bekam darah sekarang ini menggunakan sejenis alat canggih yang dipanggil PEN BEKAM. Tusukan yang dilakukan pada kulit oleh pen ini tersangat-sangat laju sehingga membuatkan anda tidak sedar yang tusukan sedang berlaku pada kulit anda.Kaedah tusukan ini mirip kaedah blood test atau ujian kencing manis.
b. Adakah selamat melakukan kaedah bekam darah?
Ya selamat,ini kerana kami menggunakan lancet (jarum) pakai buang,iaitu setiap pelanggan hanya diperuntukkan sebilah lancet sahaja.
c. Apakah waktu yang mustajab yang mampu memberikan kesembuhan maksimum untuk rawatan bekam darah ?
Waktu mustajab ialah sebelah pagi dimana kita belum mengambil apa-apa makanan dan tariknya ialah tanggal 13,15,17,19 dan 21hb kalendar islam.
d. Individu manakah yang dilarang keras berbekam darah ?
Individu yang dilarang ialah wanita mengandung,wanita haid,wanita yang kerap gugur,individu yang terlalu lemah,orang tua uzur,pengidap kanser darah,pengidap tekanan darah rendah serius,pengidap penyakit kulit serius dan juga wanita hamil 3 bulan pertama.
e. Kaedah bekam manakah yang memberikan kesembuhan maksimum ?
Kaedah bekam darah adalah kaedah yang memberikan kesembuhan maksimum pada pesakit amnya.
f. Kaedah bekam mana pula yang mendapat pahala sunnah bila melakukannya?
Kaedah bekam darah…
g. Berapa kerap kita perlu mendapatkan rawatan bekam darah ?
- Bagi yang baru mengenal bekam dan orang yang kurang sihat, dicadangkan melakukan bekam sekurang kurangnya 1 minggu sekali.
- Bagi mereka yang sihat dan tiada masalah tapi maseh baru pada bekam bolehlan melakukan bebam,anda dianjurkan berbekam sebulan sekali
- Bagi mereka yang sihat tubuh badan disarankan bagi mereka melakukan bekam 4 bulan sekali.

T. KEAJAIBAN BERBEKAM
Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh. Ada beberapa ciri darah bekam menakjubkan:
a) Ter – oksidasinya darah tanpa udara (anaerob).
b) Terpisahnya plasma dari darah.
c) Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
d) Jika kita memasang dua gelas untuk meyedut darah, maka darah hanya mengalir keluar kepada satu gelas sahaja, sedangkan kedua dua gelas itu bersebelahan.
e) Perbandingan hasil pemeriksaan makmal diantara Darah yang berada dalam Pembuluh Darah dengan Darah yang Keluar Karena Bekam, Para dokter dikejutkan oleh kenyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhu dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik berbekam.Bekam membersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat perjalan fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.
f) Untuk mengungkap makna kalimat ini “membersihkan tubuh dari darah rusak”, satu kempulan penyelidik makmal telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara makmal dan membandingkannya dengan darah pembuluh biasa. Daripada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang sebenar, darah tersebut dilihat dari hasil penelitian makmal sebagai berikut :
i. Bahwa darah bekam mengandung seper-sepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kes yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh menghairankan para penkaji, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
ii. Berkenaan Eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel tersebut tidak mampu melakukan aktiviti, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif. Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak diperlukan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.
iii. Kapasiti ikatan zat besi dalam darah bekam lebeh tinggi (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagaimana penggunaan zat besi tersebut dalam pembentukan sel-sel muda yang baru.
iv. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh.




»»  Baca Selengkapnya...